Selasa, 03 Januari 2012

Sejarah 3 Januari (Ibu)

sumber google image
Pada zaman dahulu kala, tepatnya tanggal 3 januari tengah malam di sebuah rumah kecil terdengar suara jeritan seorang Ibu yang menahan sakit yang luar biasa. Segala tenaga telah dia pertaruhkan, bahkan  nyawa yang dimiliki juga dipertaruhkan. Terlihat seorang ayah duduk disamping ibu itu, raut mukanya tegang mulutnya komat-kamit sambil mengucap doa untuk menenangkan ibu yang merontah kesakitan yang luar biasa. Tiga bocah kecil terbangun dari tidurnya karena terkaget mendengar ibunya menjerit-jerit tiada henti, dengan wajah cemas mereka mendekati kamar Ibu.
Kamar ibu ternyata terkunci, merekapun mengintip dari celah-celah dinding kamar yang terbuat dari papan. Mereka melihat Ibu terbaring di tempat tidur ditemani ayah mereka yang duduk disamping ibu dan seorang wanita berpakaian putih yang mereka tidak kenali, tak lama orang-orang sudah berkumpul di rumah itu.
Tiga jam lebih pengorbanan seorang Ibu mempertaruhkan nyawa, akhirnya terdengar tangisan seorang bayi dari kamar itu. Alhamdulillah, seorang bayi laki-laki terlahir sehat dan sempurna. Ketiga bocah yang tadinya dihantui perasaan cemas, takut, dan gelisah berubah menjadi gembira, rupanya mereka mendapat adik laki-laki baru.
Seluruh keluarga bersuka cita menyambut kehadiran anggota baru di keluarga sederhana itu, kini anak keempat yang dinanti sudah lahir setelah anak ketiga berusia lima tahun. Anak yang baru lahir itu menjadi kesayangan ayah, Ibu, dan kakak-kakaknya. Begitu membuka mata dan melihat dunia untuk pertama kalinya, bayi itu melihat wajah Ibunya yang bercucuran air mata bahagia seakan berkata 'Selamat datang di dunia Nak, jadilah anak yang akan membanggakan agama dan orang tua'.

Setelah seharian merawat dan menjaga bayinya dengan penuh kasih sayang, Ibu itu juga rela bangun ketika mendengar tangisan bayi di tengah malam hanya untuk mengganti popok, memberi ASI, meni dan membelai agar bisa tertidur kembali. Walaupun raut wajah Ibu itu nampak lelah dan letih tapi tak sedikitpun Ibu itu mengeluh, semua dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk si buah hati. Anak itupun sudah mulai belajar berjalan, kedua tangan anak itu berpegangan di jari ibu sambil melangkahkan kakinya tiap kali anak itu terjatuh ibu selalu membangunkannya, ketika anak itu kesakitan ibu meniup dan mengusap-usap tangan anak yang sakit sambil berkata 'anak pintar gak boleh nangis', ketika anak itu lapar ibu menyuapinya sambil kejar-kejaran dengan anak, ketika buang air ibu rela membersihkannya, ketika ingin tidur ibu membacakan dongen sambil ditimang-timang, ibu selalu menjaga ketika anak itu sakit, ibu selalu mengabulkan keinginan anak itu meskipun harus pinjam kesana kemari. Cinta seorang Ibu tak bisa tergantikan dengan harta.

Anak itupun sudah beranjak remaja, sudah merasa besar. Sudah malu mencium tangan ibunya ketika ke sekolah, tidak mau lagi meminta izin ketika ingin keluar rumah, tidak mau lagi mendengarkan nasihat orang tua, semua permintaannya harus dikabulkan, selalu membuat orang tuanya kecewa, membuat Ibunya merasa sedih. Tapi seburuk apapun perbuatan anaknya, seorang ibu tak akan berhenti mendoakan dan memberi harapan demi kebaikan anaknya.

Ketika hidup jauh dari Ibu, anak itu baru merasa kalau ibu sangat berarti baginya. Dalam khayalan, baru menyadari kesalahannya selama ini. Dia ingin berlutut memohon maaf ke Ibu, mencium pipi ibu. Dia ingin kembali ke masa anak-anak dulu, dia merindukan pelukan hangat seorang ibu, rindu akan masakan ibu yang di buat dengan kasih sayang, bahkan omelan dikala telat Shalat akan selalu dirindu, senyuman manis dari seorang ibu membawa kebahagiaan baginya.
Terima kasih ibu images

 P/S:
~ MENGINGAT 3 JANUARI MENGINGATKAN AKAN JASA SEORANG IBU YANG MENGHADIRKANKU KE DUNIA INI, MEMBERIKANKU KEHIDUPAN SAMPAI SEKARANG, MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN, MENGENALKANKU KEBAIKAN DAN KEBURUKAN, MEMBUAT AKU KENAL TUHAN. KASIH SAYANG IBU MEMANG SEPANJANG MASA.
~ MOHON MAAF IBU ANAKMU BELUM BISA MEMBERIKAN APA-APA HANYA DOA DAN TERIMA KASIH YANG MAMPU KU UCAPKAN UNTUKMU BUNDA.






4 komentator:

Nurmayanti Zain mengatakan...

hari lahir yudee yaa?
manisnyaa~ masyaAllah :)
Mom is really amazing~
*kali ini aku tidak terawa membaca tulisanmu, aku merinding~
Subhanallah..

yudee, dapat Award dariku nih
diterima yaaa
http://nurmayantizain.blogspot.com/2012/01/award-berantai-seven-shadowz.html

Muro'i El-Barezy mengatakan...

Berpapun harta kita yang kita punya, dan kita berikan kepada ibu kita hanya dapat membalas satu hal saja, ketika ia menahan sakit ketika melahirkan....surga dibawah telapak kaki ibu...izin follow ya..

Monster mengatakan...

to Bu Guru Maya:
hariku pertamaku menghirup udara dunia!!

sukaka memang gokil2an tpi klo mendengar nama Ibu sja mata sudah berkaca-kaca...Makanya doaku tak pernah putus untuknya...

wihh..diksih award yg ada rantainya..jarang2 tuh...hehe..
Makasih buayak...!!


to Muro'i el-barezy: Betus skali tu bro..bahkan nyawapun masih kurang klo mw memlas jasa orag tua..

WOongA mengatakan...

TABE' MARIKI GABUNG DI GROUP IKA SMPN 1 BURAU,SIAPA TAU MAUKI MANGACARA ATAU REUNIAN SMA TEMAN2 TA KANDA, BSA DI SHARE DI GROUP

https://www.facebook.com/groups/IKA.SMPN1BURAU/495079383844461/?ref=notif&notif_t=group_activity